Selasa, 24 Januari 2012

Pencerdasan via fashion


                    Kerja di Universe boleh berakhir secara structural. Tapi semangat pencerdasannya harus tetep ada. Apa yang sudah dilakukan divisi universe somehow menginspirasiku dalam menciptakan mekanisme dakwah yang akan diusung oleh bisnis fesyenku.
                Aaaw, cita-citaku sama ibu adalah punya butik yang gayanya mirip-mirip sama ZARA dan Promod. One stop shopping. Di situ kita bisa menemukan mulai dari dress, shawl, cardigan, celana panjang, sabuk, tas, sepatu, baik untuk wanita(mainly) pria maupun anak2. Tapi kalau aku sejujurnya tidak begitu berminat untuk terjun ke dunia fesyen cowok. Gila aja yaaa, beberapa waktu yang lalu aku nganter kakakku yang mau beli persediaan baju untuk di Mesir ke sebuah factory outlet khusus cowok di jalan Riau, bandung. Di sana aku stres sendiri. Gara-garanya di sana aku menemukan benda-benda yang menurutku HARAM hukumnya dipake sama cowok. Semisal : kemeja pink, kemeja kembang2, topi2 aneka rupa nan aduhai, celana2 pensil nggak jelas, celana pendek yang potongannya nggembung2 semlohai. Na’udzubillah pokoknya.
                Untuk standar kehidupan orang di Eropa (ZARA adalah jaringan retail fashion punya pengusaha asal Spanyol), butik semisal ZARA dan Promod itu termasuk ke dalam kelas menengah. Harganya standar kalau buat orang Eropa mah. Cuma kalau di-Indonesiain mahalnya jadi bikin jumpalitan.
                Jadi, aku pingin punya butik yang kelasnya menengah gitu. Sasaranku pun lebih ke anak-anak muda. Jadi aku pingin bikin butik yang produknya eksklusif tapi affordable untuk kantong mahasiswa kelas menengah. Kurang lebih standarnya gitu lah.
                Mekanisme dakwah yang kuusung melalui butik-butik ini adalah pencerdasan, seperti yang biasa dilakukan oleh Universe. Karena fesyen adalah hal yang universal, bisa diterima oleh siapa saja, mulai dari gadis kecil berbelalai panjang (Bona dong…) sampai wanita semlohai bermuka plastic(artis2 korea doong), jadi sasaran dakwahnya pun lebih luas. Sasaran dakwah yang luas ini sayang banget kalau nggak dimanfaatkan untuk menyampaikan hal-hal yang belum tersampaikan tentang Islam.
                Tau cara menyampaikannya? BANYAK!
Aku pingin di butikku nanti ada sebuah pojok yang kukasih nama “the issue” atau semacam itu. Penampakan pakaian di sini disesuaikan dengan isu dari dunia islam yang sedang/perlu diangkat. Misalnya akhir-akhir ini Palestina sedang diserang lagi, maka tema fashion di pojok itu adalah “Palestinian hip!”. Ohohoho. Tema itu diwujudkan dalam bentuk kafiyeh yang dimodifikasi jadi blus, cape atau dress, apapun lah yang cocok. Karena kafiyeh itu PALESTINA-BANGET! Atau misalnya isu kelaparan di Somalia. Tema fashion yang diangkat diberi nama “Somaliland”, fashion2 di situ terinspirasi dari gaya berpakaian wanita2 somalia. Keren lhoo gayanya ibu2 di sana. Jubah dan jilbab super besar dengan warna dan pola2 cerah.  Tau nggak sih, menurutku pencerdasan dengan cara yang cewek banget kek begini tu harusnya bisa diangkat oleh divisi keputrian DKM. Hehehe.
Pojok “the issue” itu memang mungkin baru bisa dijalankan kalau proses produksi dan menejemen butikku sudah cukup mapan. Tapi itu bukan berarti dalam masa-masa perintisan kek begini kerja dakwah jadi terlupa. Tetep harus ada unsur pencerdasannya. Yang paling simpel sih meletakkan pencerdasan itu di label merk dengan desain yang se-cathcy dan se-girly-girl-gimanaaa-gitu mungkin *aiih ruwet, hahaha*. Dilakukan dengan “modal seadanya” bukan berarti hasilnya nggak bisa bagus kok. Pokoknya harus tetep… girly-girly-gimanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-gitcuuu… hihihi*nyengir imut, huek*. Sama sekarang aku kan bikin program fashion for campaign di fashion blogku. Kemarin sudah mengangkat tema Somalia. Hari-hari ini belum ada lagi tema yang diangkat, kalopun ada yang kebayangnya malah skripsi.. ntar fashion for campaign temanya skripsi. Kebayang itu gimana interpretasi gayanya : gadis kucel, sepatu kets dan celana trening berlumpur-lumpur, kaos belel, tas ransel kuning berlumpur-lumpur, payung kecil aduhai, dan muka minta-belas-kasihan [ini styleku tiap ambil data, hahahaha].
Semuanya harus berdoa untukku yaaa?*meksa!hehehe*. Berdoa supaya butikku menggurita, dan supaya hatiku ini dan hati kita semua ditetapkan dalam jalan perjuangan untuk agamaNya.


               

0 komentar: