Kerja di
Universe boleh berakhir secara structural. Tapi semangat pencerdasannya harus
tetep ada. Apa yang sudah dilakukan divisi universe somehow menginspirasiku
dalam menciptakan mekanisme dakwah yang akan diusung oleh bisnis fesyenku.
Aaaw, cita-citaku sama ibu
adalah punya butik yang gayanya mirip-mirip sama ZARA dan Promod. One stop
shopping. Di situ kita bisa menemukan mulai dari dress, shawl, cardigan, celana
panjang, sabuk, tas, sepatu, baik untuk wanita(mainly) pria maupun anak2. Tapi
kalau aku sejujurnya tidak begitu berminat untuk terjun ke dunia fesyen cowok.
Gila aja yaaa, beberapa waktu yang lalu aku nganter kakakku yang mau beli
persediaan baju untuk di Mesir ke sebuah factory outlet khusus cowok di jalan
Riau, bandung. Di sana aku stres sendiri. Gara-garanya di sana aku menemukan
benda-benda yang menurutku HARAM hukumnya dipake sama cowok. Semisal : kemeja
pink, kemeja kembang2, topi2 aneka rupa nan aduhai, celana2 pensil nggak jelas,
celana pendek yang potongannya nggembung2 semlohai. Na’udzubillah pokoknya.
Untuk standar kehidupan orang di
Eropa (ZARA adalah jaringan retail fashion punya pengusaha asal Spanyol), butik
semisal ZARA dan Promod itu termasuk ke dalam kelas menengah. Harganya standar
kalau buat orang Eropa mah. Cuma kalau di-Indonesiain mahalnya jadi bikin
jumpalitan.
Jadi, aku pingin punya butik
yang kelasnya menengah gitu. Sasaranku pun lebih ke anak-anak muda. Jadi aku
pingin bikin butik yang produknya eksklusif tapi affordable untuk kantong
mahasiswa kelas menengah. Kurang lebih standarnya gitu lah.
Mekanisme dakwah yang kuusung
melalui butik-butik ini adalah pencerdasan, seperti yang biasa dilakukan oleh
Universe. Karena fesyen adalah hal yang universal, bisa diterima oleh siapa
saja, mulai dari gadis kecil berbelalai panjang (Bona dong…) sampai wanita
semlohai bermuka plastic(artis2 korea doong), jadi sasaran dakwahnya pun lebih
luas. Sasaran dakwah yang luas ini sayang banget kalau nggak dimanfaatkan untuk
menyampaikan hal-hal yang belum tersampaikan tentang Islam.
Tau cara menyampaikannya?
BANYAK!
Aku pingin di butikku nanti ada sebuah pojok yang kukasih nama “the
issue” atau semacam itu. Penampakan pakaian di sini disesuaikan dengan isu dari
dunia islam yang sedang/perlu diangkat. Misalnya akhir-akhir ini Palestina
sedang diserang lagi, maka tema fashion di pojok itu adalah “Palestinian hip!”.
Ohohoho. Tema itu diwujudkan dalam bentuk kafiyeh yang dimodifikasi jadi blus,
cape atau dress, apapun lah yang cocok. Karena kafiyeh itu PALESTINA-BANGET!
Atau misalnya isu kelaparan di Somalia. Tema fashion yang diangkat diberi nama
“Somaliland”, fashion2 di situ terinspirasi dari gaya berpakaian wanita2
somalia. Keren lhoo gayanya ibu2 di sana. Jubah dan jilbab super besar dengan
warna dan pola2 cerah. Tau nggak sih,
menurutku pencerdasan dengan cara yang cewek banget kek begini tu harusnya bisa
diangkat oleh divisi keputrian DKM. Hehehe.
Pojok “the issue” itu memang mungkin baru bisa dijalankan kalau
proses produksi dan menejemen butikku sudah cukup mapan. Tapi itu bukan berarti
dalam masa-masa perintisan kek begini kerja dakwah jadi terlupa. Tetep harus
ada unsur pencerdasannya. Yang paling simpel sih meletakkan pencerdasan itu di
label merk dengan desain yang se-cathcy dan se-girly-girl-gimanaaa-gitu mungkin
*aiih ruwet, hahaha*. Dilakukan dengan “modal seadanya” bukan berarti hasilnya
nggak bisa bagus kok. Pokoknya harus tetep…
girly-girly-gimanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-gitcuuu… hihihi*nyengir imut, huek*. Sama
sekarang aku kan bikin program fashion for campaign di fashion blogku. Kemarin
sudah mengangkat tema Somalia. Hari-hari ini belum ada lagi tema yang diangkat,
kalopun ada yang kebayangnya malah skripsi.. ntar fashion for campaign temanya
skripsi. Kebayang itu gimana interpretasi gayanya : gadis kucel, sepatu kets
dan celana trening berlumpur-lumpur, kaos belel, tas ransel kuning
berlumpur-lumpur, payung kecil aduhai, dan muka minta-belas-kasihan [ini
styleku tiap ambil data, hahahaha].
Semuanya harus berdoa untukku yaaa?*meksa!hehehe*. Berdoa supaya
butikku menggurita, dan supaya hatiku ini dan hati kita semua ditetapkan dalam
jalan perjuangan untuk agamaNya.
0 komentar:
Poskan Komentar