Kuliah di FK
UNPAD program sarjana kedokteran sudah selesai. Benar-benar sudah selesai.
Kemarin Senin sudah menjalani ujian terakhir di program sarjana kedokteran ini.
Sebentar lagi, sidang skripsi. Sebentar lagi, mengucapkan selamat tinggal pada Jatinangor.
Amiin.
Jadi ingat dulu waktu pertama
kali ke Jatinangor, rasanya jiwa ini tercabik-cabik melihat tempat antah
berantah yang ternyata sudah masuk wilayah SUMEDANG (SIAPA YANG DULU NIPU GUE,
BILANG KALO JATINANGOR ITU CUMA SE-LOMPATAN POCONG ATAU SE-NGESOTAN SUSTER
NGESOT DARI BANDUNG? JATINANGOR ADALAH BANDUNG KATANYAA??!! SUNGGUH MENIPU!
SIAPA?! SIAPA?!) dan wilayah ini saaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaangat GERSANG. Hahaha.
Aku rasanya sudah cukup sering
cerita di blogku ini tentang bagaimana tiba-tiba UNPAD terselip begitu saja
dalam keyakinanku. Hanya satu hari sebelum mengumpulkan formulir SNMPTN.
Sebelumnya, determinasiku adalah UGM. Hanya dan hanya UGM. Bahkan ketika aku
akhirnya harus menikmati waktu dulu di sastra prancis UGM, di Jogja, pilihan
itu tidak berubah. Selama beberapa bulan setelah pengumuman SNMPTN 2007 yang
menguras air mata itu*hahaha*, rasanya hati ini tercabik-cabik pisan setiap
mendengar kata BANDUNG disebut. Rasa sakit hati dan antipatinya terhadap kota
satu itu benar-benar dalam. Saking inginnya aku masuk FK UNPAD, Bandung. Saking
siapnya aku untuk diterima. Untuk kuliah jauh dari Jogja yang berhati nyaman.
Dan ternyata emang kuliahnya jadinya nggak di Bandung siih, di SUMEDANG*masih
histeris*, demi apaaaa… hahaha.
Begitulah kalau Allah sudah
membolak-balikkan hati seseorang. Sampai sekarang, aku masih bersabar untuk
menunggu saatnya korden itu tersingkap dan memperlihatkan, ini lho alasan
signifikan Allah menempatkanmu di FK UNPAD. Membuka matamu untuk FK UNPAD saja,
dan meninggalkan “masa kejayaan” bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Gadjah Mada Jurusan Sastra Perancis(diucapkan dengan nada : PRIMAGAMA, TERDEPAN
DALAM PRESTASI). Bersabar dan deg-degan.. Ini membuat hidup jadi lebih
aduhaiiii. Hehehe.
Selama kuliah di FK UNPAD ini mungkin saya tidak termasuk ke dalam
“jajaran dewa” (kecuali dewa alay. Dengan bangga saya mengiyakan status yg satu
itu. Jarang-jarang lho ada gadis manis nan kiyut *duuuut* tapi punya selera
lawak yang menyamai Tukul Arwana seperti saya. hahaha) : saya bukan cum-lauder,
saya juga tidak termasuk ke dalam jajaran penguasa mahasiswa.(i mean, ada kesan di FKUP yg menyatakan kalau hidup bermakna di fkup adalah 2 hal yang seperti itu. menginspirasi dg cara yang seperti itu) Tapi sayapun
menemukan banyak hal dalam perjalanan ini. Saya berusaha menjadi orang yang
masa kininya lebih baik dari masa lalunya dengan cara saya sendiri, dengan gaya
saya sendiri(Tentu saja dg langkah yg masih dalam tuntunan Quran dan Sunnah.hehehe).
I HAVE MY OWN STYLE, THANK YOU. I’m a designer dude… Designer has her own attitude..*memasang
tampang : I-wear-fake-louis-vuitton,so-what?* hahaha.
Di penghujung masa kuliah ini, ingin sekali rasanya mengepos hal-hal
yang belum tersampaikan tentang kampus ini berikut derivat-derivatnya. Terutama
rasa terimakasih yang tidak ada habisnya untuk semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam mewarnai
kehidupan saya selama di SUMEDANG ini dengan cara yang berbeza-beza*gaya
formal*. I LOVE YOU ALL, teman-temanku. I love you fk unpad SUMEDANG.
2 komentar:
emang ada ya fk unpad sumedang????
itu adalah kesalahan fatal di skripsiku taz, saat bimbingan ke dua kali dgn dokter dedi, bedanya kamu sumedang aku nyebutnya fk unpad jatinangor
ada doong.. hahahaha :))
Poskan Komentar