Tadi siang aku menerima nilai departemental dari dosen waliku. Oh iya, buat
pembaca yang belum tahu, sistem nilai di FK itu mengandung unsur KEJUTAN!
Selama 3,5 tahun belajar kita akan menerima nilai per-sistem. Misalnya sistem
saraf, sistem pernafasan, sistem jantung dan pembuluh darah, dan lain-lain. Di
tiap sistem kita belajar mata kuliah anatomi, obat2an, dll yg isinya sesuai dengan sistemnya. Semua sistem itu ada nilainya masing2. Di akhir
masa belajar, yaitu di semester 7, kita akan menerima nilai departemental.
Nilai departemental itu dibaginya bukan berdasarkan sistem, tapi berdasarkan mata
kuliah. Misalnya anatomi,
obat2an(farmakologi), jampi2.. plak! Dan lain-lain. Inilah kejutannya.
Tadi siang aku
menerima kejutan itu. Dan sebagaimana takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah
untukku, nilai-nilaiku, sebagaimana unsure-unsur kehidupanku yang lain..
mengandung bau2 lawak. Waktu liatnya aku ketawa, dan waktu cerita-cerita sama
beberapa orang teman tentang nilaiku,
mereka ketawa ngakak. Jadi aku kek semacam cerita ke orang2 tu bukan
karena luar biasa gitu nilainya. Cum laude misalnya, ohooo sama sekali
tidaaaaaakk*malah bangga*. Tapi karena nilaiku itu agak random gitu lho
pembaca..hahaha
Dimulai dari
persebaran nilai. Mayoritas nilaiku adalah B. Mayoritasnya benar-benar mencolok
gitu lho. Kalian tidak perlu menghitung untuk tahu kalau nilai mayoritasku
adalah B. Dilirik dikit juga udah keliatan betapa B-nya transkrip nilaiku.
Hahaha. Makanya ketika ada B++ apalagi A, nilai-nilai itu jadi terlihat
seperti berlian di tengah timbunan
batu ginjal. Huehehehe.
Tahu nggak nilai A-ku
tersebar di mana aja teman? Aku punya 6 nilai A. 1 di IKM, 1 di manajemen
kesehatan, 1 di bahasa inggris, sisanya adalah nilai A terandom(tapi aku merasa
sekaligus terwajar) yang pernah kudapat. Nilai A itu aku dapatkan di mata
kuliah-mata kuliah yang perasaan nggak ada kuliahnya, nggak nyambung judul mata
kuliahnya sama apa yang saya pelajari di kedokteran, tapi sekonyong-konyong dia
muncul di transkrip nilai. Gaib emang, ck ck ck. Nilai A yang sisa itu aku
dapet di matkul FILSAFAT ILMU, ILMU SOSIAL DASAR, dan ILMU BUDAYA DASAR. YAK!
SILAKAN KETAWA! Hahahaha. Waktu aku pertama kali liat nilai ini pun aku ketawa
ngakak. Syukur Alhamdulillah Allah menyempatkanku kuliah di sastra setaon. Di
transkrip nilaiku jadi ada 3 nilai A bonus. Dapet nilai Anya bisa secara gaib
gini bos! Hwahahaha. Waktu aku kuliah di sastra aku emang dapet matkul DASAR2
ILMU BUDAYA. Oke banget kaaan? Ini tu
kek semacam kuliah di kedokteran tapi malah memberikan modal untuk kuliah di
sastra. Aku jadi berpikir.. kira2 kalo aku nongol di depan ruang dosen fakultas
sastraku yang dulu, aku bakal masih diterima sebagai mahasiswa nggak
yaa?*menghayal! Temen2 seangkatanku dulu aje dah pada lulus*
Aku fail di 3 mata kuliah. Fail means aku
harus ambil remedial untuk matkul2 itu kalau mau lulus. Nilai fail pertama yang
kusadari ada di matkul Ilmu Bedah. Sebelum menyadari “kegagalanku” itu, aku
terlebih dulu menyadari kalau nilai anatomiku B+*sujud cium tanah* Senengnya
berasa mau kayang di depan ruang lecture teman! Dari semua matkul yang nggak
kuinginkan untuk diremed, anatomi ada di peringkat pertama. Sebabnya, kalau
remed anatomi, itu berarti kamu harus
mempelajari buku anatomi moore yang tebalnya ampun2an dan isinya anatomi semua dalam rentang waktu 2 bulan saja. Maboook
mabooook. Dan aku merasa kemampuan anatomiku tu
layak-dikirimi-karangan-bunga-lambang-duka-cita gitu lhoo..kacau lah.. Makanya
waktu anatomi dapet B+, aku senangnya bukan main. LUAR BIASA! Dunia ini lebih
berasa indahnya 10 kali lipat!!!*weleh*. Terus aku menyusuri nilai-nilaiku yang lain deh… Dan sampailah pada..
ILMU BEDAH. Eheum.. D sodara-sodara! D! Itu berarti GUE HARUS REMED!! Dan itu
kek sama aja gitu loooh, ILMU BEDAH ITU KAN ISINYA ANATOMI
SEMUAAAAAAAAAAAAA!!!! Aku langsung garuk2 tanah sambil teriak “mengapaaa?
Mengapaaa?”*njuk lebay*. Ini mah
bagaikan keluar dari moncong buaya masuk ke pantat
dinosaurus*plak!*. T^T
huaaaaaa
Nilai
failku yang lain ada di matkul PANCASILA
sama matkul KEWARGANEGARAAN. Ini mah aku garuk2 tanahnya udah nggak pake
tangan, pake cangkul!*loh?* Sungguh aku malu pada patih Gadjah Mada yang
mengumandangkan sumpah palapa. Aku membayangkan nanti sewaktu masa-masa remed,
teman-temanku pada belajar ilmu-ilmu medis, dan aku, selain harus berjuang
membantai anatomi, harus juga jumpalitan menghayati kalimah-kalimah keramat di
buku modul matkul Kewarganegaraan. Haduuuh wolo-wolo kuato saweg poso telung
ndino.. +_+’
to be continued
0 komentar:
Poskan Komentar