Udah lama nggak nulis, saudara..
Hari
ini pingin nulis hal2 kejadian sehari-hari yang terjadi kemarin, hari Kamis.
Tidak ada yang tidak lawak special dalam kehidupan seorang Tazkia
Fatimah. Alhamdulillah.hahaha :D
Dimulai
dengan mentoring.
Hari ini aku sukses membuat adek
mentorku menangis. Hahaha*malah bangga*. Aku mengambil materi mentoring kali
ini tentang shirah. Spesifiknya tentang kisah Mush’ab bin Umair. Kisah yang
membuat terenyuh memang, tapi aku tidak mengira kalo adek mentorku sampe ada yang
menangis waktu kuceritain kisahnya.
Yang paling juleha adalah,
hikmah yang kita ambil dari kisah Mush’ab bin Umair. Selain tentang alasan
seseorang mempertahankan kekufurannya yang ternyata sebenarnya lebih karena
alasan dunia itu, ada satu hal lagi yang kuharapkan akan adik2ku sampaikan
waktu aku Tanya pada mereka soal hikmah dari kisah tersebut. Yaitu tentang
kepemudaan. Mush’ab bin Umair kan seorang pemuda yang usianya nggak jauh2 dari
kita2 ini, harapannya kita bisa merasakan semangat setelah mendengar kisah
tentang seseorang yang usianya sebaya dengan kita tapi dengan kontribusi pada
agama yang begitu besar. Bahkan sampai menyerahkan nyawa.
Senengnya aku pada adek2ku
adalah mereka aktif. Aktifnya serius2 lawak gitu lah..Cerdas. Dapet banget kok
uraian mereka soal semangat dari kisah Mush’ab bin Umair itu, DAPET BANGET.
Bahkan kemudian hikmah itu dielaborasi. Dari KEPEMUDAAN pembahasan malah
mbleber2 jadi ngomongin PEMUDA. Masih nyambung kaan pemirsaaa? NYAMBUNG BANGET!
Hahahaha :p
Suasananya kuarahkan sedemikian
mungkin supaya jauh2 dari kata galau dan mellow. Kita membahas tentang pemuda,
tapi kita membahasnya dengan serius (serius standar pemain srimulat, tapi
teteup sarat makna insya Allah,hehehe). Ada salah seorang adek mentorku yang
Tanya : kriteria pemuda yang seperti Mush’ab kalau di jaman sekarang seperti
apa. Jadi deh kita mbahas soal PEMUDA dalam artian sebenarnya. Tapi sekali
lagi, aku membuang jauh2 suasana galau dan mellow dari situ. Meskipun tetep aja
ujung2nya saling nyeletuk “wah si ini galaaauu” “waaah si anu galaaau”, tapi
kalo anda melihat suasana mentoring saya tadi siang sodara2, itu bener2 lebih
mirip kumpulan pemain srimulat yang sedang merapatkan adegan untuk pertunjukan
lawak 17an daripada orang yang sedang berbicara tentang hal2 yang berkesan
romantis.
Di akhir mentoring, entah apa
dan bagaimana, pembicaraan kita berujung pada : minggu depan kita mentoring di
atas perahu di arboretum. Hyuuuk mariii…*melambai* hahahaha
Setelah mentoring, aku ngendon
di AsySyifaa. Membajak hotspot kampus untuk ngerjain tugas publikasi ta’lim
Universe minggu depan. Mengambil momen tahun baru hijriyah 1 Muharram 1433 H,
kita memutsukan untuk membahas tentang perayaan yang banyak dilakukan
masyarakat yang sayangnya sering berujung pada kesyirikan.
Bingung sebingung-bingungnya
karena nama acara bahkan belum ada. Itu berarti jadi semacam tanggungjawab saya
juga untuk memberi nama yang asyik pada acara ini. Tadinya mau kukasih nama
END. Tapi nggak HIP gitu lhooo namanya. Filosofinya sih ada : ta’lim terakhir
Asy-Syifaa(di kepengurusan tahun ini) di awal tahun. Tapi asa kayak nama2
keluaran perkumpulan ibu2 Dharma Wanita bangeeet gitu.
Setelah pikiran kosong saking
nggak nemunya ide, akhirnya terbersit sebuah ide PAMUNGKAS! Nama yang muncul
waktu itu adalah : BUKAN MUHARROM HIJRIE.
Muharrom Hijrie itu kuambil dari nama ketua departemen Universe :
Muharrom Hijrie Nurpatikana.
Tapi aku agak kasian gitu sama
Hijrienya. Hahaha. Tapi aku sudah terlanjur cucok sama konsep “mengeksploitasi
nama Hijrie” untuk publikasi ini. Akhirnya aku coba2 menjadikannya semacam
slogan : dapatkan momen 1 Muharrom yang sebenarnya! Bukan Muharrom yang penuh
ritual irasional, bukan pula Muharrom Hijrie!!
Ngahahaha. Tapi kalau aku bikin slogan macam ini, harus ada juga pemaparan
kira2 isi ta’lim kali ini apa. Soalnya kan dari slogan itu belum kelihatan
gambaran isinya. Karena publikasi yang terlalu banyak kata itu kurang efektif,
akhirnya aku biarkan slogan itu yang mengalah (kasian Hijrienya juga, hahaha).
Akhirnya yang terpampang di poster publikasi adalah gambaran isi dari ta’lim
Universe Senin nanti : bagaimana memaknai tahun baru ini? Mengikuti tradisi?
Atau berbenah diri?
Tapi Karena itu tadi, sudah
kadung tresno kalau orang jawa bilang, terlanjur cinta kalau Wali band
berdendang, aku tetep memakai slogan berkonsep Hijrie tadi. Jadi status fesbuk
dan akan kuminta untuk dijarkomin lewat jarkom AsySyifaa.
Semoga acara ta’lim asy-syifaa
yang terakhir di kepengurusan ini sukses yaa? Materinya mantep, yang datang pun
padet! Semuanya dateng yaaa? Persembahan dari Universe loh ini… :D
0 komentar:
Poskan Komentar